
Bumi Siliwangi, Bandung, 4 November 2025 – Program Studi Pendidikan Masyarakat (Penmas), Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) menyelenggarakan kegiatan Sharing Keilmuan Internasional bersama Mathilde Galindo, seorang peneliti bidang sosio-geografi dari Université Paris-Cité dan Institut de Recherche pour le Développement (IRD), Prancis. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 4 November 2025, bertempat di Ruang Rapat Prodi Penmas, Lantai 6 Gedung FIP UPI, Bandung.
Dalam kunjungannya, Mathilde Galindo membagikan pengalaman risetnya yang berfokus pada peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pendidikan, dan pembangunan lokal di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Melalui diskusi ini, Galindo berupaya memahami lebih dalam pandangan para akademisi Indonesia mengenai keterkaitan antara pendidikan dan pembangunan lokal di Jawa Barat, serta bagaimana pendidikan dapat berperan dalam memperkuat kapasitas masyarakat di tingkat akar rumput.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Program Studi Penmas FIP UPI, [Dr. Yanti Shantini, M.Pd], Sekretaris Prodi Penmas (Dr. Dadang Yunus Lutfiansyah, M.Pd, Sekretaris Laboratorium Pendidikan Masyarakat (Dr. Eko Sulistiono, M.Pd), serta mahasiswa program doktoral, Saudari Zia Zalzilah, M.Pd. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, menyoroti berbagai perspektif tentang dinamika pendidikan masyarakat, peran LSM dalam penguatan komunitas, serta potensi kolaborasi riset antara Indonesia dan Prancis.
Dalam sambutannya, Ketua Prodi Penmas FIP UPI menyampaikan apresiasi atas kunjungan ilmiah ini dan menekankan pentingnya dialog akademik lintas negara sebagai sarana memperkaya wawasan keilmuan dan memperluas jejaring riset. “Pertemuan ini bukan hanya pertukaran pengetahuan, tetapi juga langkah awal menuju kolaborasi penelitian internasional yang mendukung pembangunan berbasis pendidikan masyarakat,” ujarnya.
Mathilde Galindo, dalam tanggapannya, mengungkapkan kekagumannya terhadap kekayaan sosial-budaya Indonesia dan komitmen akademisi UPI dalam memajukan pendidikan berbasis komunitas. Ia juga menyatakan ketertarikannya untuk melakukan kolaborasi riset lebih lanjut mengenai pendidikan dan pembangunan lokal di pedesaan Jawa Barat, dengan melibatkan universitas dan organisasi masyarakat sipil.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen Prodi Penmas FIP UPI dalam memperkuat jejaring akademik internasional serta mempromosikan pendidikan masyarakat sebagai kunci pembangunan berkelanjutan. Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan tercipta sinergi keilmuan antara peneliti nasional dan internasional yang berkontribusi pada pengembangan teori dan praktik pendidikan berbasis komunitas di Indonesia.
(Kontributor Humas Prodi, Dadang Yunus Lutfiansyah)
