
Bandung, 2025 – Tak hanya dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan masyarakat, mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat (Penmas) Universitas Pendidikan Indonesia juga menunjukkan kreativitasnya di bidang seni musik melalui sebuah band yang dikenal dengan Society.
Pemilihan nama Society bukan tanpa makna. Salah satu anggota menjelaskan bahwa nama tersebut diambil dari kata “masyarakat,” selaras dengan identitas mereka sebagai mahasiswa Pendidikan Masyarakat. “Kita ingin band ini digambarkan sebagai bagian dari masyarakat juga,” ungkap mereka.
Band Society lahir secara spontan pada momen Inaugurasi Angkatan 2020. Awalnya hanya iseng bermain musik akustik namun semangat bermusik mereka semakin tumbuh hingga akhirnya terjun lebih serius dan mendaftar menjadi talent dalam acara Regard yang diselenggarakan oleh Teknologi Pendidikan. Dari sanalah perjalanan Society sebagai band kampus dimulai. Dari sanalah perjalanan Society sebagai band kampus dimulai.
Band ini terdiri dari lima anggota aktif:
- Fikri, Salman (angkatan 22) sebagai gitaris,
- Dewa (angkatan 22) sebagai bassist,
- Ahmad (angkatan 23) sebagai vokalis dan
- Zhiddan (angkatan 23) sebagai drummer.
Mereka mengaku belum terpaku pada satu genre tertentu. “Genre musik sih kita masih sembarang, mainin lagu yang kita suka aja tapi lebih ke Rock, Pop Punk dan Indie,” ujar salah satu personel dengan santai.
Penampilan publik pertama mereka terjadi di acara Regard Teknologi Pendidikan, dimana Society tampil sebagai talent pembuka. Sejak saat itu, band ini sering dipercaya tampil di berbagai acara terutama di lingkungan FIP UPI.
Salah satu momen yang paling berkesan bagi mereka adalah saat tampil di Dies Natalis Pendidikan Masyarakat. “Alhamdulillah, kita udah dua tahun berturut-turut jadi guest star di Dies Natalis Penmas. Tampil di rumah sendiri tuh rasanya gak bisa dideskripsikan, campur aduk antara bangga dan haru,” ungkap mereka penuh semangat.
Tak hanya tampil, Society juga pernah menoreh prestasi. Mereka berhasil meraih Juara 1 di ajang FIP Fair yang menjadi panggung kedua mereka setelah debut di Regard.
Menutup perbincangan, para anggota berharap agar semangat bermusik di lingkungan Pendidikan Masyarakat tidak berhenti di mereka saja. “Harapan kita, nanti ada yang melanjutkan band ini biar Penmas makin dikenal, gak cuma lewat programnya tapi juga lewat karyanya,” tutur mereka.
Dengan semangat muda dan kreativitas tanpa batas, Society menjadi bukti bahwa mahasiswa Pendiidkan Masyarakat tak hanya mampu mengggerakkan masyarakat lewat edukasi tapi juga mampu menyuarakan semangat itu lewat nada dan irama musik.
