Kegiatan Heart To Serve 2025

Kolaborasi UPH dan UPI Gelar Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Pagerwangi
Lembang, Bandung Barat – 14 Mei 2025

Dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian masyarakat, Service Learning Community Universitas Pelita Harapan (SLC-UPH) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan kegiatan Heart To Serve (HTS) 2025 di Desa Pagerwangi, Lembang, Bandung Barat. Acara yang berlangsung selama tiga hari (14-16 Mei 2025) ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui edukasi sekaligus memperkuat kolaborasi antar-institusi pendidikan.

Kegiatan HTS 2025 dirancang untuk menyasar dua kelompok utama: anak-anak dan orang tua/wali. Bagi masyarakat umum, akan diadakan workshop pengelolaan sampah organik dan anorganik guna mendorong kesadaran lingkungan berkelanjutan. Sementara untuk orang tua, disediakan sesi edukasi pola asuh anak berbasis pendekatan modern.

Tak hanya itu, mahasiswa dari UPH dan UPI juga akan terlibat dalam pembelajaran pembuatan kicimpring, kerajinan tradisional khas Jawa Barat, sebagai upaya pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pengembangan keterampilan sekaligus pendekatan kreatif dalam pemberdayaan masyarakat.

Penandatanganan Kerjasama Strategis

Momen penting dalam acara ini adalah penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Fakultas Ilmu Pendidikan UPI dan Student Development and Alumni Engagement (SDAE) UPH. Nota kesepahaman ini menjadi dasar kolaborasi jangka panjang dalam pengembangan program pendidikan masyarakat, riset, dan pertukaran pengetahuan antar-kedua universitas.

Arthur Chandra, S.E., M.A., M.Th., Direktur SDAE UPH, menegaskan:
“Kolaborasi dengan UPI bukan sekadar agenda formal, tetapi komitmen nyata untuk membawa dampak sosial melalui pendidikan. Desa Pagerwangi dipilih sebagai lokasi karena potensi dan kebutuhan masyarakatnya yang selaras dengan visi kedua institusi.”

Dukungan dari Akademisi dan Pemerintah Desa

Program Studi Ilmu Pendidikan Masyarakat UPI turut menyusun materi edukasi yang disesuaikan dengan karakteristik demografis Desa Pagerwangi. Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa setempat, yang menyediakan Balai Desa sebagai pusat kegiatan.

Kepala Desa Pagerwangi, Asep Saepudin, menyambut positif inisiatif ini:
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberi ilmu baru, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pelatihan kerajinan kicimpring.”

Jadwal dan Target Peserta

Kegiatan akan diikuti oleh 150 peserta, terdiri dari anak-anak, orang tua, perwakilan pemerintah desa, serta 50 mahasiswa dan dosen dari UPH-UPI. Rangkaian acara meliputi:

  • 14 Mei 2025: Pembukaan, penandatanganan IA, dan sesi edukasi pola asuh.
  • 15 Mei 2025: Workshop sampah organik/anorganik dan pelatihan kicimpring.
  • 16 Mei 2025: Pameran hasil karya peserta dan penutupan.

Harapan ke Depan

Kegiatan HTS 2025 diharapkan menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. Kedua universitas berencana menjadikan Desa Pagerwangi sebagai pilot project untuk program serupa di daerah lain.

Informasi Kontak: