
Bandung, 24 Januari 2025 – Sidang promosi doktor Dede Ahmad Supriatna, mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, telah dilaksanakan dengan sukses di Auditorium Lantai 10 Gedung Fakultas Ilmu Pendidikan. Dalam sidang yang berlangsung pada hari ini, Dede mempresentasikan disertasi berjudul “Model Mitigasi Kenakalan Pelajar Sekolah Menengah Pertama Berbasis Pentahelix di Kabupaten Cianjur.”
Disertasi ini mengangkat isu penting mengenai kenakalan pelajar di tingkat sekolah menengah pertama, dengan fokus pada pengembangan model mitigasi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta, dalam pendekatan pentahelix. Dede menjelaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menciptakan solusi yang lebih efektif dalam menangani masalah kenakalan pelajar.

Sidang dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. Sardin, M.Si, dan dihadiri oleh para penguji, yaitu Prof. Dr. Ahmad Hufad, M.Ed. sebagai promotor, serta Dr. Safuri Musa, M.Pd., Dr. Elih Sudiapermana, M.Pd., dan Dr. Joni Rahmat Pramudia, M.Si. sebagai penguji. Dalam presentasinya, Dede memaparkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa model pentahelix dapat meningkatkan keterlibatan semua pihak dalam upaya mitigasi kenakalan pelajar, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan di Kabupaten Cianjur.
Para penguji memberikan tanggapan positif terhadap penelitian Dede, dengan Dr. Safuri Musa menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam pendidikan. “Model ini sangat relevan dan dapat menjadi acuan bagi sekolah-sekolah dalam mengatasi masalah kenakalan pelajar,” ujarnya.
Dengan berhasilnya sidang promosi ini, Dede Ahmad Supriatna resmi menyandang gelar Doktor dalam bidang Pendidikan Masyarakat. Harapannya, penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pendidikan dan mitigasi kenakalan pelajar di Indonesia, khususnya di Kabupaten Cianjur.
