
Bumi Siliwangi, 24 November 2025- Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus pelopor dalam pengembangan ilmu pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Pada Senin, 24 November 2025, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UPI menggelar Ujian Promosi Doktor Program Studi Pendidikan Masyarakat di Auditorium Lantai 10 Gedung B FIP UPI. Ujian yang berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 15.30 WIB ini menghadirkan kandidat doktor Kamsatun (NIM 2208894), mahasiswa kerjasama yang menempuh studi doktoral di Program Studi Pendidikan Masyarakat.
Dalam sidang terbuka tersebut, Kamsatun memaparkan hasil disertasi berjudul “Model Pemberdayaan Keluarga melalui Edukasi dan Pendampingan dalam Meningkatkan Dukungan Keluarga untuk Pemberian ASI Eksklusif (Studi pada Desa Jatisari Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung)”. Penelitian ini menyoroti isu penting mengenai rendahnya dukungan keluarga terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif—sebuah persoalan kesehatan masyarakat yang masih menjadi pekerjaan rumah di banyak wilayah Indonesia. Melalui studi lapangan yang mendalam, Kamsatun merumuskan model pemberdayaan yang mengintegrasikan edukasi dan pendampingan keluarga sebagai strategi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga dalam mendukung ibu memberikan ASI eksklusif.
Ujian berlangsung dinamis dan penuh dialog ilmiah dengan melibatkan dewan penguji yang terdiri dari para akademisi senior FIP UPI: Prof. Dr. Mustofa Kamil, M.Pd., Dr. Ipah Saripah, M.Pd., Prof. Dr. Durotul Yatimah, M.Pd., Prof. Dr. Yoyoh Jubaedah, M.Pd., dan Prof. Dr. Jajat Sardiwinata, M.Pd. Para penguji memberikan serangkaian pertanyaan kritis dan masukan yang memperkaya penyempurnaan disertasi, sekaligus menilai kontribusi penelitian terhadap penguatan bidang pendidikan masyarakat, khususnya dalam konteks kesehatan keluarga dan pembangunan sosial di tingkat desa.

Hasil penelitian Kamsatun dinilai memiliki relevansi yang tinggi bagi program pemberdayaan keluarga dan upaya penurunan angka kegagalan ASI eksklusif. Model yang dikembangkan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif, sehingga berpotensi diadaptasi oleh pemerintah desa, puskesmas, maupun instansi terkait dalam memperkuat intervensi kesehatan berbasis komunitas. Dengan terselenggaranya ujian promosi doktor ini, Program Studi Pendidikan Masyarakat FIP UPI kembali menunjukkan perannya sebagai pusat lahirnya peneliti-peneliti unggul yang berorientasi pada solusi nyata bagi persoalan masyarakat. UPI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung riset inovatif yang berdampak, sekaligus mencetak lulusan doktor yang siap berkontribusi bagi pendidikan, pemberdayaan, dan pembangunan bangsa.
(Kontributor Humas Prodi, Dadang Yunus Lutfiansyah)
