Prodi Pendidikan Masyarakat FIP UPI Jajaki Kemitraan Strategis dengan GIZ Jerman dalam Program GESIT untuk Mendukung Pencapaian SDGs

Bumi Siliwangi, Bandung, 4 November 2025 – Program Studi Pendidikan Masyarakat (Penmas), Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) melaksanakan pertemuan daring dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH, lembaga kerja sama internasional milik Pemerintah Federal Jerman yang bergerak di bidang pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Pertemuan yang digelar pada Rabu, 4 November 2025, pukul 09.00–10.30 WIB, ini membahas peluang kolaborasi dalam program GESIT (Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation), yang sejalan dengan tujuan global Sustainable Development Goals (SDGs).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Prodi Penmas FIP UPI, yakni Dr. Yanti Shantini, M.Pd selaku Ketua Program Studi, Dr. Dadang Yunus Lutfiansyah, M.Pd selaku Sekretaris Program Studi, Dr. Cucu Sukmana, M.Pd selaku Wakil Ketua Laboratorium Penmas, serta Dr. Viena Rusmiati Hasanah, S.IP., M.Pd sebagai perwakilan dosen Penmas. Dari pihak GIZ, hadir Ibu Wahyu Wulandari, Bapak Dadang Kurnia, dan Ibu Junita Prihantini sebagai perwakilan tim program.

A screenshot of a computer

AI-generated content may be incorrect.Program GESIT (Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation) merupakan inisiatif GIZ yang bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dan lembaga pendidikan dalam mendorong transisi menuju ekonomi hijau, penciptaan lapangan kerja ramah lingkungan, serta inklusi sosial yang berkeadilan. Fokus utama program ini selaras dengan beberapa tujuan SDGs, terutama:

  • SDG 4: Pendidikan Bermutu (Quality Education),
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth), dan
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action).

Dalam sambutannya, Ketua Prodi Penmas FIP UPI, Dr. Yanti Shantini, M.Pd, menyampaikan bahwa penjajagan kerja sama dengan GIZ ini menjadi langkah strategis dalam memperluas peran Prodi Penmas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan masyarakat. “Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen UPI dalam mendukung SDGs, khususnya melalui pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan nonformal yang berorientasi pada inklusi sosial, keberlanjutan lingkungan, dan kemandirian ekonomi,” ungkapnya.

Perwakilan GIZ, Ibu Wahyu Wulandari, menyambut baik semangat kolaboratif dari pihak UPI dan menegaskan pentingnya kemitraan dengan institusi pendidikan tinggi dalam memastikan keberlanjutan dan dampak nyata program GESIT di tingkat lokal. “Kerja sama dengan UPI menjadi peluang untuk menjembatani pengetahuan akademik dan praktik pembangunan masyarakat yang berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.

Sebagai hasil dari pertemuan ini, kedua belah pihak bersepakat untuk menindaklanjuti penjajagan kemitraan tersebut melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai payung hukum kolaborasi. Kesepakatan ini akan menjadi dasar bagi pelaksanaan kegiatan bersama di bidang pendidikan masyarakat, pelatihan tenaga kerja hijau, dan riset kolaboratif terkait pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Kemitraan antara Prodi Penmas FIP UPI dan GIZ Jerman ini menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat peran pendidikan dalam mewujudkan masyarakat inklusif, berdaya, dan berkelanjutan, serta mempercepat pencapaian Agenda 2030 for Sustainable Development melalui pendekatan berbasis komunitas dan kolaborasi lintas sektor.

(Kontributor Humas Prodi, Dadang Yunus Lutfiansyah)